Senin, 08 Januari 2018 07:04 WIB

Disuruh Beli Beras, Putrinya Malah Dilarikan Supir

Hukrim -
Disuruh Beli Beras, Putrinya Malah Dilarikan Supir

HST

ROHUL (asatunews)- Seorang pria berinisial HST (23) warga Kecamatan Tampan, Pekanbaru tim opsnal Polsek Tambusai, Rohul, Riau. Apa pasalnya!

Informasinya karena diduga melarikan seorang gadis berinisial (SN). Awalnya SH (37) orang tua SN menyuruh putrinya tersebut membeli beras.

Namun ternyata hingga pukul 00.00 putrinya tak kunjung pulang. SH pun mencari dan mendapat informasi kalau putrinya itu dibawa seorang pemuda yang diketahui berprofesi supir ke salah satu kolam renang di Desa Sei Kuning, Kecamatan Tambusai.

SH warga Sei Sitalas, Desa Tanjung Medan Kecamatan Tambusai Utara mengecek ke lokasi tersebut, ternyata putrinya sudah tak ada lagi. Dan SH pun menyuruh anaknya yang lain mencari, tapi tetap tak ditemukan dan akhirnya kasus ini dilaporkan ke polisi.

Kapolres Rohul, AKBP Yusup Rahmanto SIK MH melalui Kapolsek Tambusai Utara AKP Fauzi SH MH mengatakan, mendapat laporan pihaknya langsung melakukan penyelidikan di lapangan dan berhasil menangkap pelaku tak beberapa lama kemudian.

Dijelaskan Kapolres, kasus ini berawal, Selasa (2/1/2018) sekitar pukul 08.00 WIB pagi, SH menyuruh anaknya NS dan temannya IW untuk membeli beras di Simpang Genjer Desa Tanjung Medan, Kecamatan Tambusai Utara. Namun hingga pukul 00.00 WIB tengah malam, SN tak kunjung pulang dari membeli beras.

"Karena khawatir, SH langsung menyusul anaknya ke Simpang Genjer. Namun tidak ditemukan," kata AKP Fauzi.

Karena tidak menemukan anak gadisnya, SH pulang ke rumah dan menyuruh anaknya yang lain untuk menghubungi SN, namun momor handponenya tidak aktif. Kekhawatiran SH pun semakin menjadi.

"Lalu SH mendapat informasi dari seseorang, bahwa anak gadisnya berada di Kolam Renang Joko yang terletak di Desa Sei Kuning Kecamatan Tambusai. Dan SH langsung mengecek beneran informasi itu," ucap AKP Fauzi.

Namun, ternyata anak gadisnya dan pria berinisial HST tidak ada lagi di kolam renang yang dimaksud. Namun berdasarkan keterangan warga di sana, SN pergi dengan seorang Sopir berinsial HST, beberapa jam sebelum kedatangan SH ke Kolam renang Joko itu. Selanjutnya SH kembali pulang ke rumahnya di Sei Talas.

Hampir dua hari tidak diketahui keberadaanya, akhirnya pada Rabu (3/1) sore, SH mendapatkan telfon dari temanya DS, bahwa anaknya SN telah ditemukan di Simpang Genjer Desa Tanjung Medan  bersama dengan seorang pria yang mengaku bernisial HST.

Dijelaskan AKP Fauzi, perkara ini masih dalam proses pengembangan Polsek Tambusai Utara. Pasalnya, berdasarkan keterang korban SN, bahwa dirinya telah disetubuhi oleh HST. Namun HST menyangkal apa yang dikatakan NS.

"Masih kita dalami untuk pembuktian. Saat ini HST masih kita amankan di Mapolsek Tambusai Utara, guna pengembangan lebih lanjut," ungkap AKP Fauzi.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :