Jumat, 05 Januari 2018 09:37 WIB

Wak! Tenaga Honor Ternyata Belum Terdata

Pemerintah -
Wak! Tenaga Honor Ternyata Belum Terdata

Bustami

BENGKALIS (asatunews)— Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) per 31 Desember 2017 untuk Kabupaten Bengkalis sebanyak 7.447 orang. Di Tahun 2017 lalu, pembiayaan mulai dari gaji dan pendapatan ASN mencapai Rp 416.794.568.192. Sedangkan untuk tenaga honorer yang sifatnya dibiayai melalui APBD Bengkalis Tahun 2017 melalui kegiatan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) belum diketahui angka riilnya.

Hal itu diakui Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bengkalis H Bustami, HY, Kamis (4/1/2018). Menurut Bustami, jumlah ASN itu terhitung per 31 Desember 2017. Namun tak menutup kemungkinan di 2018, jumlahnya bisa bertambah.

Ia mengatakan, terkait penggajiannya semua melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2017 lalu. Dalam setahun ini pembiayaanya dikeluarkan sebesar Rp416.794.568.192, sehingga diharapkan seluruh ASN benar-benar bisa pro aktif dalam mengemban tugas, sesuai jabatannya.

“Sebanyak 7.467 ASN Kabupaten Bengkalis itu terhitung sejak 31 Desember 2017, bisa saja di Tahun 2018 bertambah,” katanya.

Sementara untuk jumlah tenaga honor, sambungnya sampai hari ini BPKAD belum menerima laporan dari masing-masing SOPD. Lantaran, untuk tenaga honor ini pengangkatannya berada di SOPD masing-masing dilingkup Pemkab. Walau pembiayaannya melalui APBD, namun tenaga honorer itu bersifat honor per kegiatan.

Dikatakannya lagi berbeda dengan jumlah tenaga honor yang melalui data base melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Terutama data base sisa pengangkatan Tahun 2005 lalu.

“Saat ini saya sedang memintai laporan jumlah tenaga honor masing-masing SOPD, karena SOPD belum ada yang melaporkan ke kita, sehingga datanya masih dirangkum,” katanya.

Menurutnya lagi, honorer per kegiatan ini menggunakan sistem kontrak kerja, artinya kontrak itu bisa diperpanjang atau tidaknya tergantung pelaksanaan kegiatan di masing-masing SOPD.

“Kalau kegiatan tidak ada lagi, tentu tidak diperpanjang kontraknya. Tapi saya berharap untuk honorer ini terus ada kegiatan, sehingga mereka bisa terbantu dari sisi penggajian atau honornya,” terangnya.

Disinggung soal adanya tenaga honorer yang dirumahkan. Bustami mengatakan, sejauh ini masing-masing SOPD belum memberikan laporan soal hal itu. “Kita belum dengar soal tenaga honor yang dirumahkan, soalnya belum ada laporan sampai ke kita,'' ungkapnya.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :