Rabu, 03 Januari 2018 09:23 WIB

Warga Diminta Lebih Hati-hati

Tiga Wilayah Pesisir di Riau Berpotensi Kena Fenomena Supermoon

Nasional -
Tiga Wilayah Pesisir di Riau Berpotensi Kena Fenomena Supermoon

Ilustrasi.

JAKARTA (asatunews) – Bagi masyarakat Sumatera yang tinggal di wilayah pesisir diminta lebih hati-hati. Kalau untuk Riau ada tiga wilayah yakni  Bagan Siapi-api, Kabupaten Rokan Hilir, Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis dan Kota Madya Dumai.

Pasalnya fenomena supermoon berpotensi menimbulkan rob (gerakan air laut di daratan) di pesisir Pulau Jawa  dan Sumatera. Data dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan ada pontesi naiknya air permukaan laut atau pasang setinggi 1,3 meter hingga 1,5 meter.

Ketinggian itu diprediksi terjadi hingga Kamis (4/1/2018). Kepala Bagian Humas BMKG Hary T Djatmiko menuturkan, fenomena supermoon merupakan fenomena astronomi yang alamiah atau biasa terjadi. Bulan purnama yang jaraknya paling dekat dengan bumi. Ada trilogi supermoon yang diprediksi. Yakni pada 3 Desember 2017, 2 Januari 2018 dan 30/31 Januari 2018.

”Dampak fenomena supermoon yang terjadi pada awal tahun dan akhir Januari 2018, masyarakat di sekitar pesisir pantai diimbau tetap waspada dan siaga terhadap peningkatan pasang air laut maksimum yang dapat mengakibatkan banjir rob,” ujar Hary.

”Tiap daerah berbeda-beda punya karakteristik masing-masing. Periode pasangnya malam hari, kalau siang trendnya turun,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Hary menuturkan pada saat supermoon ini,  rembulan akan terlihat lebih besar 14 persen dan lebih terang sekitar 30 persen dari ukuran saat purnama biasa. Mengawali 2018, supermoon akan bisa dinikmati pada, 2 Januari.

”Bulan akan berada pada jarak terdekatnya dari bumi pada tahun 2018. Yaitu sejauh 356.565 km pada pukul 04.48 WIB,” ungkap Hary.

Sekitar lima jam berikutnya pada pukul 09.24, bulan akan berada dalam puncak fase purnama. Tapi, sayang sekali saat puncak purnama tersebut bulan sudah terbenam dari wilayah Indonesia. ”Namun demikian masyarakat juga sudah bisa mulai menikmatinya pada 1 Januari 2018 malam,” jelas dia.

Sedangkan supermoon berikutnya akan ditutup pada 30 hingga 31 Januari. Pada 30 Januari, sekitar pukul 16.56 WIB, bulan berada pada jarak 358.993 km. Sekitar 29,5 jam berikutnya, yaitu pada 31 Januari pukul 20.26 WIB, bulan pun berada dalam puncak fase purnamanya.

Sementara Staf Analis BMKG Riau Gita Dewi Siregar meminta nelayan dan masyarakat di tiga daerah di Riau (Bagan Siapi-api, Dumai, dan Sungai Pakning) diimbau berhati-hati terhadap dampak kenaikan air laut akibat supermoon. Karena, akibat pengaruh ini air laut naik lebih tinggi dari biasanya.

“Untuk masyarakat lebih hati-hati saat melaut. Terutama saat malam hari karena gelombang lebih tinggi. Masyarakat di tepi laut juga harus hati-hati karena air yang naik ke daratan lebih dari biasanya. Ini bersifat periodik, ini pengaruh dari pergerakan bulan," paparnya.

Sementara itu, terkait prediksi cuaca Januari 2018, Gita menyebut seluruh wilayah Riau cerah berawan dengan potensi hujan di wilayah barat, pesisir timur dan  tengah.

"Ada pembelokan angin di atas wilayah Riau. Potensi pembentukan awan lebih bagus," ungkapnya.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :