Kamis, 28 Desember 2017 17:41 WIB

Antisipasi Virus Difteri, Ini yang Dilakukan Pemkab Bengkalis

Pemerintah -
Antisipasi Virus Difteri, Ini yang Dilakukan Pemkab Bengkalis

Supardi

BENGKALIS(asatunews)- Untuk mengantisipasi agar warganya tidak ada yang terjangkit penyakit Difteri di wilayah Kabupaten Bengkalis, Pemkab Bengkalis melakukan upaya pencegahan melalui Surat Edaran (SE) dari Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Surat bernomor : 443.32/Diskes-P2P/518 tentang Kewaspadaan Penyakit Difteri tersebut disampaikan ke seluruh Kepala Dinas, Camat dan UPT Puskesmas se-Kabupaten Bengkalis.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bengkalis Supardi, Kamis (28/12/2017) mengatakan, penyakit Difteri yang identik dengan virus menular disebabkan bakteri Corynebacterium ini saat ini menjadi penanganan serius oleh pemerintah pusat.

Gejala penyakit ini cukup berbahaya, mulai dari sakit tenggorokan, demam, dan terbentuk lapisan di amandel dan tenggorokan. Infeksi penyebarannya sampai ke organ tubuh seperti jantung dan sistem saraf.

“Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit Difteri dan penyebarannya, Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 443.32/Diskes-P2P/518 tentang Kewaspadaan Penyakit Difteri,” kata Supardi.

Ia mengatakan dalam surat edaran tersebut terdapat imbauan untuk Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Kepala Kantor Kementerian Agama Bengkalis, Camat se-Kabupaten Bengkalis dan Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Bengkalis dalam bentuk imbauan.

Menurutnya lagi, imbauan pertama diminta, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis dan Kepala Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Bengkalis agar mengambil langkah-langkah konkrit supaya tidak ada lagi Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah baik milik Pemerintah maupun swasta yang menolak pelaksanaan Imunisasi pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) DT dan Td sehingga mencapai target minimal 95% dari seluruh anak/siswa SD/MI milik pemerintah dan swasta.

Kedua, para Camat agar mengkoordinasikan pelaksanaan pemeberian imunisasi DPT-HB-Hib pada usia bayi sebanyak 3 kali dan mengambil langkah-langkah persuasif apabila terjadi penolakan di masyarakat berdasarkan laporan dari UPT Puskesmas.

Ketiga, UPT Puskesmas wajib berkoordinasi dengan Camat, UPT Dinas Pendidikan, KUA dan Kepala Desa/Lurah sebelum pelaksanaan imunisasi untuk memaksimalkan target pencapaian.

Keempat, UPT Puskesmas melaksanakan Sweeping dan Mapping daerah yang cakupannya rendah untuk ditindaklanjuti segera dan berkoordinasi dengan Camat, Kepala Desa/Lurah.

Kelima, meningkatkan kerjasama lintas sektor terkaitt dalamhal pemberdayaan masyarakat untuk berperan serta dalam pemberian imunisasi pada bayi dan anak agar terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)

Keenam, jika ada kasus diduga penyakit difteri dengan gejala demam tinggi diatas 38 derajat celsius, batuk, pilek, sakit waktu menelan, ada selaput putih keabu-abuan segera laporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis melalui puskesmas terdekat untuk segera ditindaklanjuti.

Supardi mengimbau kepada masyarakat Negeri Junjungan agar membawa bayi dan balitanya ke posyandu agar memperoleh imunisasi dasar dan lanjutan yang lengkap agar daya tahan tubuh semakin meningkat.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :