Sabtu, 23 Desember 2017 17:01 WIB

Jaga Kedaulatan NKRI, KPID Bentuk KCSI di Rohil

Pemerintah -
Jaga Kedaulatan NKRI, KPID Bentuk KCSI di Rohil

ROHIL (asatunews) - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Riau membentuk kelompok Keluarga Cinta Siaran Indonesia (KCSI) di Desa Sekeladi, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Jumat (22/12/2017). Kegiatan ini bentuk komitmen KPID dalam menjaga kedaulatan  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari luberan siaran negara asing. 

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Desa Sekeladi ini  dihadiri kepala desa setempat Joni Efendi dan puluhan tokoh masyarakat dari berbabagi elemen pekerjaan seperti petani,  nelayan juga Gabinsa.

Kades menyampaikan, selama ini masyarakat sekitar tidak bisa menikmati siaran lokal dan nasional negara Indonesia karena di daerah di wilayahnya belum belum ada siaran dari lembaga penyiran baik radio maupun televisi yang bisa dinikmati masyarakat. Untuk bisa menikmati siaran nasional masyarakat harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli parabola, maupun Tv berlangganan satelit. 

Apabila menggunakan antena UHF, masyarakat hanya dapat menikmati siaran dari negara asing Malaysia. Sementara siaran TVRI tidak begitu jelas, karena luberan siaran asing cukup kuat ke Rokan Hilir.

Untuk itu dia berharap dengan kehadiran Komisioner KPID Riau membentuk  KCSI ini membekali masyarakat terkait baik buruknya isi dan program siaran lembaga penyian televisi. Tujuannya agar masyarakat bisa menjadi filter di rumah tangga setempat dan memperkuat rasa kebangsaan dengan cinta siaran indonesia melalui penyiaran.

Komisioner KPID Riau, Nopri Naldi mengatakan, tentang keluarga cinta siaran indonesia mengatakan pembentukan Keluarga Cinta Siaran Indonesia adalah kelompok yang dibentuk menjadi ujung tombak dari gerakan kampanye yang mendorong tumbuhnya rasa cinta terhadap siaran indonesia. Ini sesuai dengan amanat undang undang penyiaran Pasal 3, Undang-undang Nomor 32 tahun 2002 yang berbunyi dengan cinta siaran Indonesia bisa memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum dalam rangka  membangun masyarakat mandiri, demokratis, adil dan sejahtera,  serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia.

Serta UU penyiaran No 32 Tahun 2002 Pasal 52, setiap warga negara Indonesia memilki hak  dan kewajiban dan bertanggung jawab dalam berperan serta mengembankan penyelenggaraan penyiaran nasional.

Setidaknya pertahanan bangsa Indonesia dalam menjaga negara kesatuan Indonesia  tidak hanya TNI, POLRI, namun KPI sama kelompok cinta siaran indonesia ikut berperan aktif menjaga kedaulatan siaran Indonesia memalui penyiaran.

Untuk itu diperlukan kelompok-kelompok kcsi di seluruh daerah perbatasan di Provinsi Riau yang luberan siaran negara tetangga masih sangat jelas diterima mayarakat di 7 kabupaten dan kota di Riau.

Sementara  Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Riau, Widde Munadir Rosa menjelaskan, selama ini masyarakat msih kurang paham dan mengerti  apa   KPI dan KPID Riau yang merupakan lembaga negara yang bersifat independen yang memiliki kewenangan untuk mengatur hal-hal mengenai penyiaran. 

Terkait apa saja tugas dan kewajiban KPI yakni memberi jaminan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar, serta membantu pengaturan infrastruktur bidang penyiaran agar bisa merata hingga didaerah daerah dan membangun iklim persaingan yang sehat antar lembaga penyiaran. Selain itu, memelihara tatanan informasi yang adil, merata, dan seimbang, dan Menampung, meneliti, dan menindaklanjuti aduan, sanggahan, seta kritik dan apresiasi masyarakat terhadap penyelenggaraan penyiaran.

 

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :