Jumat, 22 Desember 2017 19:20 WIB

Alamak! Tunjangan Belum Dibayar, Ratusan Dosen UIN Demo

Pendidikan - Anca
Alamak! Tunjangan Belum Dibayar, Ratusan Dosen UIN Demo

Dosen UIN yang melakukan aksi demo tuntut tunjangan kerja.

PEKANBARU (asatunews) - Ratusan dosen yang dikoordinir langsung oleh Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau, menggelar aksi unjuk rasa di Rektorat UIN Suska Riau, Panam, Pekanbaru, Jumat (22/12/17).

Aksi dilakukan karena dialog konstruktif yang sudah dilakukan berkali-kali ternyata tidak dilaksanakan dengan baik oleh manajemen Rektorat UIN Suska Riau. Massa mendatangi gedung rektorat dengan membawa sejumlah spanduk dan karton yang berisi beragam tuntutan kepada pihak rekorat.

Aksi unjuk rasa yang dipimpin langsung oleh Ketua ADI UIN Suska Riau, Dr Iskandar Arnel ini dilakukan karena belum dibayarkannya tunjangan kinerja dosen selama 22 bulan dan sertifikasi dosen (Non PNS) selama 9 bulan.

Pengakuan Iskandar Arnel, tunjangan kinerja yang dijanjikan segera dibayar oleh pihak UIN. Ternyata belum juga direalisasikan, bahkan jumlah realiasi yang dijanjikan cukup kecil karena hanya dibayar 2 bulan.

Dalam aksi ini, para ratusan dosen ini menuntut 7 poin yang sebagai berikut :

1. Segera direalisasikannya tunjangan kinerja dosen PNS yang terhutang 22 bulan dan telah diperintahkan pembayarannya oleh Kementerian Agama RI,
2. Segera dibayarkannya tunjangan sertifikasi dosen non PNS yang terhutang selama 9 bulan,
3. Menjalankan implementasi kebijakan remunerasi yang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalisme dan berkeadilan,
4. Profesionalisme menajemen organisasi kampus,
5. Merotasi pegawai, terutama bagian keuangan, yang tidak pernah dirotasi sehingga rawan penyimpangan dengan pegawai yang sesuai kualifikasi,
6. Transparansi tata kelola keuangan, penganggaran dan optimalisasi penggunaan anggaran UIN Suska Riau,
7. Perbaiki kinerja pelayanan kampus, pemenuhan sarana dan prasarana akademik agar lebih memadai.

Dalam penjelasannya, Iskandar Armel mengatakan, carut-marutnya tata kelola keuangan di UIN Suska sangat mungkin terjadi karena ketimpangan jumlah pegawai honor yang sangat besar. Jumlah PNS baik dosen dan non dosen di UIN Suska saat ini sekitar 1000 orang, sementara jumlah pegawai honor diyakini lebih dari seribu.

UIN Suska Riau merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, bervisi menjadi world class university, berstatus Badan Layanan Umum (BLU) Penuh, dengan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar sekitar 133 miliar rupiah yang berasal dari SPP mahasiswa pertahun,dengan total anggaran lebih dari 330 milyar rupiah pertahun.

Pihak pendemo mensinyalir terjadinya pemborosan anggaran. Saat ini UIN Suska Riau memiliki jumlah dosen lebih dari 600 orang dan pegawai (tenaga kependidikan) sebanyak lebih dari 400 orang.

Jumlah tenaga honorer (non PNS) yg lebih besar dibanding jumlah PNS. Para dosen juga menuntut dilakukan audit investigatif keuangan terutama penggunaan dana Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta dana Persatuan Orang Tua Mahasiswa (POTMA) yg tidak jelas pertanggungjawabannya.

Setelah cukup lama aksi ini berjalan, Wakil Rektor II, Akhyar, yang mewakili langsung Rekotr UIN Suska Riau, Munzir Hitami, yang tak bisa menemui mereka langsung.

"Saya mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya karena pak rektor tidak bisa menjumpai kita, karena ia sedang mengajar di pascasarjana," ujar Akhyar.

Akhyar mengatakan juga terkait hal tunjangan kinerja, pihaknya akan segera melakukan pencairannya secepatnya.

"Kita kan bayarkan secepatnya, paling lambat besok sudah keluar tunjangan untuk bapak dan ibu," ungkapnya.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :