Kamis 07 Desember 2017, 15:28 WIB

Trump Lukai Hati 2 Agama Sekaligus

Internasional -
Trump Lukai Hati 2 Agama Sekaligus

Masyarakat Palestina berdemo usai Donald Trump menyatakan Yerussalem adalah ibu kota Israel.

PALESTINA (Asatunews) - Pengamat Politik Timur Tengah Abdul Muta'ali menyebut pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memindahkan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem melanggar banyak hal. Salah satu di antaranya adalah masyarakat dunia dan rakyat Palestina.

"Ada empat pihak yang coba Dia (Trump) langgar dan lukai. Pertama masyarakat muslim internasional, kedua umat Kristen, ketiga bangsa Arab, dan keempat rakyat Palestina pada khususnya," ungkap Abdul, dalam Breaking News, Kamis 7 Desember 2017.

Tak hanya masyarakat internasional dan rakyat Palestina keputusan Trump secara langsung melukai dua agama samawi sekaligus; Islam dan Kristen. Yerussalem sebagai kota 3 agama tidak hanya tempat berdirinya Masjidil Aqsa saja melainkan juga gereja dan tembok ratapan sebagai penanda bahwa di tempat tersebut Nabi Isa dilahirkan.

Pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem juga melanggar dua dokumen penting. Pertama kesepahaman nasional bahwa Yerussalem adalah kota pendudukan, kedua adalah resolusi PBB.

"Perjanjian Oslo 1993 mengatakan bahwa Yerussalem Timur itu ibu kota yang akan dibicarakan hasil solusi rundingan antara Israel dan Palestina. Tetapi adanya klaim seperti ini jelas melanggar kesepakatan internasional dan juga resolusi PBB," katanya.

Abdul mengaku khawatir akan lebih banyak tindakan radikalisme, terorisme, dan ekstremisme yang semakin masif. Tak hanya di negara tersebut namun juga negara-negara lain secara internasional yang menolak keputusan tersebut.

"Simbol-simbol berbau Israel atau Amerika akan semakin masif karena Amerika hampir di semua negara punya embassy, banyak freemason yang dipakai masyarakat dunia dan itu bisa jadi target radikalisme dan terorisme padahal Kita sedang gencar-gencarnya bagaimana agar hal itu tidak terjadi," katanya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :