Selasa, 05 Desember 2017 23:09 WIB

Sentuhan Wakapolres Buat Aiptu Poniran dan Istri Tersenyum

Berita - Toni
Sentuhan Wakapolres Buat Aiptu Poniran dan Istri Tersenyum

Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardi membesuk anggotanya yang sakit.

PEKANBARU (asatunews)- Biasanya wajah Aiptu Poniran dan istrinya  Yendri Fida terlihat mengkerut menahan sakit atas kecelakaan yang menimpanya di Jalan Danau Buatan, Rumbai Pekanbaru, Minggu malam kemarin.

Wajah mengkerut langsung berubah  jadi senyum saat Waka Polresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi SIK mendatangi ruang rawat inap Poniran di Rumah Sakit Bayangkhara  Jalan Kartini Pekanbaru, Senin kemarin.

Saat membesuk Poniran, Edy  Sumardi tidak sendiri tapi ia juga memboyong anggonya diantaranya yakni Kapolsek Kota, Wakasat binmas, Kasubbag humas dan Panit Sabhara Polsek Kota.

Biar lebih afdol waka yang dikenal dengan ramah ini juga memboyong dua ustad untuk memimpin doa untuk kesembuhan Poniran.

Dalam kesempatan itu Edy menyampaikan, mengunjungi dan menjenguk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim, terutama orang yang memiliki hubungan dengan dirinya. 

Seperti anggota sendiri, katanya, kerabat dekat, tetangga, saudara yang senasab, sahabat dan lain sebagainya. Menjenguk orang sakit termasuk amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala, kepada ampunan, rahmat dan Surga-Nya.

"Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya" ungkap Edy.

Rasulullah shallallahu alahi wassallam bersabda:
“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Terakhir, hendaknya orang yang membesuk mendoakan orang yang sakit:“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR. al-Bukhari).

Atau doa:“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud).

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :