Minggu 26 November 2017, 09:46 WIB

Buset..,Tali Gantung Diri Bapak Ini Putus

Riau - Toni
Buset..,Tali Gantung Diri Bapak Ini Putus

TAPUNG HILIR (asatunews)- Walau tali yang digunakan oleh  Tursin untuk gantung diri putus. Namun  lelaki berusia 53 tahun ini tidak bisa terselamatkan. Jasad warga Jalur Satu Desa Gerbang Sari Kecamatan Tapung Hilir, Kampar ini ditemukan sudah dalam kondisi membusuk di rumahnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah sekaligus pemilik kebun tempat korban bekerja yaitu Sukiran (51) yang tinggal di desa yang sama.

Menurut kesaksian Sukiran bahwa ia terakhir kali bertemu dengan korban sebelum tewas pada 21 November 2017 lalu, saat itu korban masih bekerja memanen dan menimbang buah sawit miliknya.

Kemudian pada hari Kamis (23/11/2017), saat saksi hendak memanen buah kelapa sawit miliknya lagi, korban tidak kunjung datang dan saksi menunggu sampai Sabtu keesokan harinya.

Setelah tak juga datang hingga hari Sabtu, timbul kecurigaan kalau terjadi sesuatu dengan anak buahnya itu. Selanjutnya sekira pukul 10.00 Wib Sukiran mendatangi rumah korban.

Saat mendekati rumah tersebut tercium bau busuk, lalu saksi mengintip ke dalam rumah dan melihat korban sudah dalam keadaan membusuk. Kondisi rumah saat itu dalam keadaan terkunci dari dalam dan setelah dibuka ditemukan jasad  korban terbujur kaku dengan seutas tali mengikat lehernya.

Melihat jasad korban itu, Sukiran melaporkan kepada warga. Tepatnya sekitar pukul 11.00 Wib, anggota Polsek Tapung Hilir mendatangi tempat kejadian perkara (Tkp).

Selanjutnya, guna proses penyelidikan pihak kepolisian mendatangkan  dr. Danjai Ritonga dari Puskesmas II Tapung Hilir untuk mengecek korban.

Menurut keterangan dokter bahwa korban tewas diduga akibat gantung diri dengan ciri-ciri lidah terjulur dan mata melotot, ditubuh korban juga tidak ada tanda-tanda kekerasan, diperkiran korban sudah tewas 3 hari sebelumnya.

"Setelah menerima hasil dari dokter puskesmas. Diketahui korban tewas bunuh diri dengan gantung diri. Untuk saat ini jasad korban diserahkan kepada keluarga. Dimana terlebih dahulu keluarga menolak jasad korban untuk di outopsi,"  ungkap Kapolsek Tapung Hilir AKP Rengga Puspo Saputro, Minggu pagi tadi.

Sementara keluarga korban Sartono yang merupakan adik kandungnya menerangkan, bahwa abangnya (korban) sering mengeluh atas sakit yang dideritanya yang tak kunjung sembuh.

"Diduga karena itulah korban stres,sehingga nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri," terang Sartono.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :