Jumat, 24 November 2017 15:05 WIB

Kasus Daun Ganja dan Sabu

Tiga Peracun Bangsa Ditangkap Polisi

Hukrim - Toni
Tiga Peracun Bangsa Ditangkap Polisi

PELALAWAN (asatunews)- Berawal dari laporan masyarakat terkait peredaran Narkoba di lingkungan tempat tinggalnya. Sat Narkoba beserta  Polsek Pangkalan Lesung dan Polsek Pangkalan Kuras berhasil melakukan penangkapan terhadap orang yang diduga bandar narkoba.

Dalam penangkapan itu petugas kepolisian berhasil mengamankan tiga orang yakni Indra alias Mbah,  Darma Wasis alias Darma (32) dan Paisal Habibi alias Paisal (27) ketiganya warga Desa Pesaguhan Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan.

Menurut kepolisian, saat penangkapan tim dibagi menjadi dua tim, tim yang pertama langsung menuju kerumah Mbah dan tim dua menuju rumah Tamaro (DPO) dan Kamis malam kemarin sekira jam 18.00 Wib tim langsung melakukan penggrebekan terhadap kedua rumah tersebut.

Saat itu berhasil ditangkap adalah si Mbah, sedangkan dirumah Tamaro berhasil diamankan Faisal Habibi dan Darma. Sedangkan Tamaro berhasil melarikan diri lewat pelafon dan menjebol atap seng rumahnya--penggeledahan didalam rumah disaksikan kepala dusun (kadus) setempat.

Sementara, di rumah Mbah ditemukan barang bukti (BB) berupa satu paket narkotika jenis sabu, satu alat hisap beserta kaca pirek, satu buah mancis dan satu buah sendok yg terbuat dari pipet plastik. Kemudian uang tunai Rp 1.050.000.

Sedangkan di rumah Tamaro ditemukan barang bukti berupa satu paket ganja kering yang dibungkus dengan plastik warna merah, satu buah kotak rokok LA yang berisikan satu paket narkotika jenis sabu, satu buah hp merk evercross warna putih.

"Yang mana barang bukti berupa daun ganja yg ditemukan di dalam rumah tersebut sebelumnya diambil oleh pelaku Darma dari luar ruma. Kemudian diserahkan kepada  Tamaro. Lalu ganja itu dinikmati bersama-sama," ungkap Guntur Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK.


Untuk saat ini tersangka berikut dengan barang bukti telah diamankan guna proses penyelidikan. "Atas perbuatanya, mereka dikenakan Pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 ayat 1 jo pasal 111 ayat jo pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009," pungkas Guntur.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :