Jumat, 17 November 2017 19:59 WIB

Aksi Biadap Oknum Ketua RT

Diajak Jalan, Lalu Dicekoki Miras, Baru Dicabuli

Hukrim - Toni
Diajak Jalan, Lalu Dicekoki Miras, Baru Dicabuli

Ilustrasi

PELALAWAN (asatunews)- Hati Bd (41) warga Dusun III Tasik Indah, Kelurahan Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan hancur. Hal ini disebabkan, putrinya berinisial DG (15)  dicabuli. Ironisnya, pelaku adalah tetangganya yang tidak lain keluarga angkatnya.

Bd yang dimintai kesaksiannya menjelaskan, informasi yang didapati dari anaknya sudah empat kali disetubuhi oleh Kd (55)-- pelaku Kd ini juga ketua RT setempat.

Menurut keterangan anak korban kepada Tim Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA RIAU. Perbuatan pertama dan kedua pelaku menggagahi korban di warung harian milik pelaku dan yang ketiga serta ke empat kalinya pelaku melancarkan aksinya di Hotel Olgaria, Pekanbaru. 

Modus pelaku dengan membujuk korban akan membelikan kereta (sepeda motor) sembari terus memaksa korban untuk mau melakukan hubungan suami-istri. Untuk melancarkan aksinya yang ke tiga dan ke empat, pelaku meminta izin kepada ayah korban untuk membawa anaknya ke Pekanbaru karena ada urusan sambil  main-main lihat  kota.

Merasa sudah macam keluarga, lalu ayah korban memberikan ijin. Sesampainya di Pekanbaru korban di ajak check in, di Hotel Olgaria Pekanbaru dengan alasan si pelaku mau mandi dulu sebentar. 

Setelah itu pelaku mengajak korban jalan-jalan keliling Kota Pwkanbaru yang berujung di MP CLUB. Dalam kamar karoeke tersebut korban di cekoki minuman keras sebanyak 2 gelas hingga akhirnya korban sempoyongan.

Ketika dalam keadaan mabuk, korban meminta untuk di antarkan pulang. Namun bukannya di antar pulang ke rumah, malah si korban di ajak kembali ke Hotel Olgaria. Lagi-lagi pelaku berhasil menggagahi korban. Akhirnya kasus ini diketahui orang tua korban dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

''Kami berharap agar Kapolda Riau dapat mengevaluasi hal ini, karena kasus anak merupakan extraordinary crime (kejahatan luar biasa) yang mana harus membutuhkan perhatian khusus dan perlindungan khusus terhadap korbannya,"  kata Tim Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA Riau, Nanda Pratama Tanjung.

Bahkan  kata Nanda, pihaknya akan mendampingi korban dan ayah korban hingga kasus ini selesai, sembari merehabilitasi mental si anak. "Kami minta kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan agar juga mau serius untuk membantu perkara ini, karena kabarnya menurut keterangan warga Desa Segati kemungkinan masih ada lagi korban dari ulah bejat si oknum tokoh masyarakat (RT) ini," ungkap Nanda. 

 


 

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :