Rabu, 15 November 2017 22:01 WIB

Juara 1 Karate Internasional

Bocah Karateka Dunia “Negeri Istana”

Riau -
Bocah Karateka Dunia “Negeri Istana”

Bufon Sinaga diarak oleh ribuan masyarakat siak saat kepulangannya ke kampung halamannya.

Siak (asatunews) - Tohap Sinaga tak kuasa menahan haru, matanya berlinang. Warung kecil tempat keluarganya menggantungkan hidup pun dalam waktu dekat ini bakal disulap menjadi sebuah kios. Kerja kerasnya menjual tuak sepertinya telah membesarkan seorang pria tangguh asal siak, putra daerah yang menjadi kebanggaan seluruh penjuru negeri ini.

Anaknya, Bufon Sinaga siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Swasta Marudini, Kecamatan Tualang, menjadi Sang juara pertama karate tingkat Internasional di Belgia yang mewakili indonesia.

Tohap Sinaga mengaku sangat terharu dengan prestasi yang diraih anaknya, dan ia pun berterima kasih kepada Bupati Siak Syamsuar yang mendukung penuh prestasi anaknya.

"Saya sangat berterima kasih kepada pak Bupati Syamsuar, beliau mendukung penuh usaha anak saya Bufon hingga dapat meraih juara I. Saya tak bisa berkata banyak, hanya ucapan syukur dan terimakasih banyak kepada semua pihak," ujar ayah Bufon.

Tak tanggung-tangung, kedatangan Sang Juara pulang ke tanah air bak pahlawan yang telah memenangkan sebuah perang besar. Rabu sore tadi sekitar pukul 17.30 WIB Bufon tiba di tempat tinggalnya. Ia disambut Wakil Bupati (Wabup)  Siak Alfedri dan romongan di Bandara Sultan Syarif Khasim II Pekanbaru, dan langsung di giring ke Siak.
 
Bufon, tiba di Kecamatan Tualang dan disambut ribuan masyarakat setempat baik anak muda maupun orang tua. Ia diarak keliling kota perawang, dan setelah itu dibawa ke aula SMP N I Tualang dan bercengkrama dengan masyarakat.

Bufon mengaku sangat senang dan terkejut dengan kemenangan yang diraihnya dalam seni bela diri karate. Ia juara pertama, setelah mengalahkan saingannya atlit karate tuan rumah, Belgia.

"Senang sekali bisa juara, lawan di semifinal anak tuan rumah Belgia. Saya senang sekali pak," ucap Bufon didampingi kedua orang tuanya di aula SMP N I Tualang.

Sementara itu, Wabup Alfedri mengatakan rasa bangga Bufon merupakan anak Siak yang dapat berprestasi, dan ini prestasi bukan ditingkat Nasional melainkan tingkat Internasional, Ia mewakili Indonesia.

"Tentu kita bangga dengan prestasi anak kita Bufon, ini membuktikan bahwa anak siak juga bisa berprestasi. Dan ini diharapkan bisa memotifasi anak-anak lainnya untuk berprestasi," terang Wabup Alfedri.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Pemkab Siak menjamin Bufon akan diberikan bea siswa untuk sekolah hingga ke tingkat sekolah setinggi-tingginya. Dan rumah orang tuanya yang masih semi permanen akan dibuat permanen dan orang tuanya juga diberikan kios untuk usaha di pasar baru.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :