Minggu, 29 Oktober 2017 11:24 WIB

Bambu Cinta di Desa Wisata Buluh Cina

Wisata - Yuli
 Bambu Cinta di Desa Wisata Buluh Cina

Foto pengunjung Bambu Cinta Desa Wisata Buluh Cina

SIAK HULU (asatunews)- Ada yang baru dari  Desa Buluh Cina yang terletak di kecamatan Siak Hulu, Kampar.

Mungkin bagi Anda yang ingin sekedar berlibur, menikmati indahnya kampung halaman, bisa kunjungi tempat yang baru Empat bulan belakangan hadir di Buluh Cina. Namanya "Bambu Cinta".

"Ini baru Empat bulan belakanganlah kami buat bambu bentuk love gini," ungkap Dadang selaku penyedia tempat, beberapa waktu yang lalu.

Cerita dadang inisiatif menyusun bambu berbentuk love berasal dari sang istri. Apalagi sekarang, banyak spot foto baru kekinian yang muncul. Kenapa tidak untuk membuat bambu cinta di pinggir sungai.

Menyoal biaya masuk, Dadang tak membebankan kepada pengunjung yang datang. "Cuma kalau foto di bambu cinta, kita kenakan biaya Rp5 ribu untuk sepasang," sebutnya.

Selain itu, Dadang pun mencari kayu menyulap pinggiran sungai untuk anak-anak bermain. Sekaligus menambah satu spot foto yakni ayunan air.


"Kami cari kayu, kami buat ayunan di air. Seperti yang adek lihat ini," kata dadang.

Nah tak cuma ayunan, kini dadang sudah datangkan investor untuk permainan banana boat mengelilingi sungai buluh cina.


 "Salah satu penunjang biar ramai, kami tambah banana boat," ungkap Dadang.

Pria berusia kurang lebih 40 tahun ini mengatakan untuk naik banana boat Anda harus merogoh kantong sebanyak Rp20 ribu perorang. Satu banana boat muat untuk Enam orang.

"Waktunya, sekitar 10 menit, kalau mau dijatuhkan ke sungai bisa. Kalau mau tak basah juga bisa. Jadi enggak usah takut kalau tak bawa baju ganti," tuturnya.

Untuk ke wisata Bambu Cinta ini, anda harus menyebrang menggunakan Motor pelayangan. Sebab posisinya berada di Dusun 1 Buluh Cina sehingga mengahruskan Anda untuk menyebrang.

Pulang pergi, untuk biaya penyebrangan Anda harus mengeluarkan uang Satu motor dan Satu Orang sebanyak Rp5 ribu. Sedangkan untuk Dua orang cukup tambah Rp2 ribu saja. Jadi hanya Rp7 ribu untuk sepasang.

Dadang mengatakan selama tempat ini dibangunnya, sudah banyak wisatawan dari luar buluh cina yang datang. Puncaknya Sabtu dan Minggu. "Sebabkan anak-anak sini pada promosikan di facebook, jadi banyak yang tau," tuturnya.

Sementara soal pengahasilan, dia pernah mendapat Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per-hari di waktu libur. " Pernah hingga enam ratus ribu dek," sebutnya.

Lokasi Desa Wisata  Buluh Cina ini tak jauh kok dari Pekanbaru,  jaraknya sekitar 20 kilometer atau setengah jam perjalanan mengendarai mobil ibukota Provinsi Riau.

"Untuk yang mau kesini, kalau datang tanya aja bambu cinta samaa masyarakat sini, semua pasti dah tau," celoteh Dadang.

Pantauan asatunews.co di lapangan, banyak pengunjung yang menghabiskan waktu bermain banana boat, mandi di sungai sambil bermain ayunan. Apalagi foto-foto di spot yang lagi kekinian itu. "Seneng kak, bagus bentuknya love, indah gitu difoto. Enggak jauh lagi dari Pekanbaru, kata Anggi salah satu pengunjung dari kota bertuah itu.

Dadang berharap kepada setiap pengunjung yang datang, untuk memberikan ide-ide kreatifnya. Misalnya soal spot foto yang bagus.

"Biar kami bisa buatkan biar tambah ramai. Kami juga berharap, jika ada investor lain yang mau gabung silahkan," pungkasnya.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :