Jumat 20 Oktober 2017, 00:17 WIB

Tak Ada Biaya, Anak-Anaknya Diusir Dari Sekolah

Riau - Toni
Tak Ada Biaya, Anak-Anaknya Diusir Dari Sekolah

PEKANBARU (asatunews)- Di rumah papan yang sudah lapuk, ada tujuh orang yang tinggal. Mereka tentu satu keluarga. Kepala keluarganya Bindrik Sitinjak (37) dan istrinya Mai Kasih Lubis (32).

Beragam kisah yang menyentuh hati banyak orang. Sebab warga RT 02 RW 03 Kelurahan Sri Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru ini, terbilang sulit dalam hal ekonomi.

Perlu perhatian khusus  pemerintah setempat terhadap kesejahteraan keluarga ini. Soalnya sudah banyak cerita timbul dari masalah ekonominya.

Walau hanya pendatang dari Samosir sana,namun ia sudah menjadi warga tetap di Kota Pekanbaru, bahkan itu semenjak 2004 silam.

Salah satu kisahnya adalah saat pihak sekolah SDN 107 Kota Pekanbaru, mengusir salah seorang putrinya Vila Delvia (7) dengan alasan keluarga bocah itu tidak sanggup melunasi tunggakan uang baju Rp450 ribu.

Sungguh parah bukan, pihak sekolah bukan malah mencarikan solusi. Sehingga anaknya harus menerima itu semua.
 
Karena kejadian itu, menghamtam psikologi Romasta Priskia Sitinjak (11) tidak lain adalah kakak dari Vila Delvia .

"Anak tertua saya yang kelas IV juga tidak mau sekolah. Hal itu tidak tahan menahan malu ajekan kawan-kawan dan juga tidak bisa menghadapi guru," kata Mai kepada asatunews.co Kamis siang tadi.

Ceritanya, mereka tinggal dirumah buatan orang tuanya,  Timur Ria Dianturi (58).
Sementara suaminya memiliki pekerjaan serabutan, terkadang suaminya menjadi supir, terkadang jadi buruh bongkar muat.

"Perhari suami saya bawa uang hanya Rp30 ribu. Jangankan untuk biaya pendidikan anak buat makan saja itu dicukup-cukupkan," tutur Mai itu dengan mata berkaca-kaca.

Tak hanya putrinya, hal yang sama juga dialami oleh kedua putra kembarnya Simon dan Semeon (10).

Kini kedua putra kembar itu, tidak lagi bersekolah lantaran memiliki tunggakan Rp2 juta kepada pihak sekolah Yayasan Maranata SD Mekar Sari Rumbai.

"Kini kedua putra saya tidak lagi bersekolah. Mereka tidak dijinkan lagi masuk. Sebab biaya pendidikan dan juga biaya administrasi tidak sanggup kami lunasi," kata Mai.

Namun ada berkah dibalik penderitaan ibu hamil tua itu. Entah rezeki anak yang dikandungnya yang akan lahir hitungan hari lagi. Itu bisa saja.

Rupanya, Kamis siang tadi sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  dan juga awak media mengunjungi rumah kediaman keluarga miskin itu.

Berkat pemberitaan dan juga kerja keras dari media dalam memberikan informasi. Maka mengetuk sejumlah hati dermawan. Orang pertama memberikan bantuan adalah Bakal Calon Gubernur Riau yakni Harris yang saat ini juga masih menjabat selaku Bupati Pelalawan.

Dimana bantuan dengan nominal Rp5 juta itu langsung diserahkan Harris ke tangan Mai. Dengan air mata membasahi pipinya ucapan dan doa juga diberikan kepada pasangan Ha-Yo itu.

"Ini sudah tanggungjawab kita. Harapan saya bantuan itu bisa meringankan beban hidup mereka dan juga membantu biaya pendidikan keluarga itu," ucap Harris dalam kunjunganya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :