Jumat, 20 Oktober 2017 17:10 WIB

Noda Hitam Cinta Pemuda Pujud

Hukrim - Toni
Noda Hitam Cinta Pemuda Pujud

Tersangka Rudi (20) warga Pujud, saat diamankan  di Mapolsek Pujud dalam perkara pencabulan terhadap anak dibawah umur

ROHIL (asatunews) -  Kabahagian yang didambakan dengan kekasih pujaan hati sirna sudah. Kini Muhammad Rudianto (20) harus meringkuk dibalik jeruji besi.

Sebut saja Bunga (14), ia termakan kata cinta, bak "Cinta Hitam". Rudianto warga Desa Meranti Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) telah merenggut keperawanan kekasihnya yang masih di bawah umur itu.

Tersangka ditangkap polisi atas laporan orang tua Bunga yang kesal anaknya dinodai sebelum bersanding kepalaminan.

Johan (45), orang tua korban saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian, Kamis kemarin, sekira Jam 14.00 WIB. Anaknya  meninggalkan rumah yang tidak diketahui arahnya.

Kemudian ponakan pelapor ( Bowo) memberitahukan kepada abang korban bahwa korban ada di Km 10 Mahato. Menerima  penjelasan tersebut. Lalu Johan bergegas menyusul ke Km 10 Meranti.

Setelah sampai di Km 10 Meranti menemukan Novi. Dirinya bertanya kepada korban. Saat ditanyakan dimana keberadaan pacaranya, ia mengatakan pacarnya sudah pulang terlebih dahulu. "Sudah pulang," ujarnya dengan nada ketakutan.

Tepat pukul 18.00 WIb, korban pun sampai di rumah. Johan pun mengintrograsi pelapor menanyakan kepada korban. "Apakah kalian sudah melakukan kejahatan". Sontak novi menjawab "Iya Pak sama Rudi," kata bapaknya menirukan.

Mendengar pengakuan korban. Saat itu juga, pelapor memanggil terlapor untuk datang kerumah nya. Tidak beberapa saat Rudi datang. Johan pun menyeruduk Rudi dengan berbagai pertanyaan.

Tidak berkilah, Rudi mengakui telah perbuatan cabul terhadap anak korban berkali-kali.

Johan pun langsung melaporkan perbuatan Rudi kepada  Polsek Pujud. Sesuai dengan laporan korban, Rudi ditangkap dan dijebloskan kebalik jeruji besi.

"Saat ini perkaranya masih dalam penyelidikan  Polsek Pujud. Keterangan saksi dan bukti-bukti dikumpulkan guna proses penyelidikan lebih lanjut," tegas Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Jumat sore ini.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :