Rabu, 11 Oktober 2017 10:19 WIB

Melawan Saat Ditangkap

Polisi Tembak Pemilik Senpi Rakitan

Hukrim - Toni
Polisi Tembak Pemilik Senpi Rakitan

Pelaku

KANDIS (asatunews)- Door.., berhenti dan angkat tangan. Itu instruksi yang diberikan oleh Tim Unit Reskrim Polsek Kandis, ketika Benny Hutauruk (18)  warga RT 02 RW 06 Desa Kandis Godang Kecamatan Kandis Kabupaten Siak akan ditangkap.

Walah, bukan malah berhenti Benny malah berusaha kabur dan berlari lebih kencang. Mengtahui Benny memiliki senjata api (senpi), tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kandis Akp M Simanungkalit SH mengeluarkan peluru kedua.


Namun kali ini tidak diarahkan ke atas lagi, tapi ke kaki pelaku. Timah panas itu persis mengenai paha sebelah kanan berjarak 5 centimeter diatas dengkul. Bukannya menyerah, Benny sempat bergumal dengan petugas hingga senjata ditanganya bisa dirampas petugas.

"Saat dilakukan penangkapan,  petugas Unit Reskrim Kandis mengamankan senjata api rakitan diduga jenis revolper dengan diisi 1 peluru di dalamnya," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Rabu pagi tadi kepada asatunews.co.

Kemudian barang bukti lain yang ditemukan dalam tas pelaku yakni 9 butir cartridge yang di ujungnya terdapat timah peluru senapan angin.

 " Setelah mendapatkan barang bukti itu, polisi melakukan penggeledahan dirumah palaku dikawasan Jalan Lintas Pekanbaru-Duri  Km 84 Kampung Kandis," ungkapnya.

Mendapatkan senpi itu sambung Guntur, pihaknya melakukan pengembangan dengan penggeledahan dirumah pelaku. Alhasil, diamankan satu pucuk benda mirip senjata api yang terbuat dari plastik warna hitam, 52 butir cartridge kuningan yang di ujungnya di tempelkan jenis peluru senapan angin.

Selanjutnya, 104 (seratus empat) butir Cartridge kuningan merek Super Fix PL 22 yang berisi mesiu, 1 kotak peluru senapan angin yang terbuat dari timah
dan 200 butir peluru senapan angin yang terbuat dari timah.

"Pasal 1 undang Undang Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana 20 tahun penjara," pungkasnya.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :