29 September 2017, 12:56 WIB

Cerita Japto Soal Film G30S/PKI

Riau - Toni
Cerita Japto Soal Film G30S/PKI

PEKANBARU (asatunews)- Banyak pandangan yang berbeda soal pemutaran Film Gerakan 30 September (G30S) Partai Komunis Indonesia (PKI). Kalau pandangan dari Ketua Majelis Pimpinan Pusat Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila (PP), Japto Soelistjo Soerjoesoemarno.

Katanya, menonton film ini adalah kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya kader Pemuda Pancasila. Sebab filmnya banyak mengandung nilai sejarah.

"Wajib. Itu sejarah kok. Untuk mengingatkan kita terhadap sejarah," kata Japto pada kunjungannya saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (Satma) Pemuda Pancasila (PP) di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru,Kamis malam kepada asatunews.co.

Coba fikir, kata dia, kenapa saat ini rakyat ribut masalah komunis atau tentang lambang PKI dan sebagainya. Itu karena, film itu tidak pernah lagi diputar.

"Saya memiliki pandangan, jika film itu di putar tidak akan ada lagi keributan. Sebab, kita tau bahwa ajaran komunis itu tidak dibenarkan di Indonesia," celotehnya.

Ceritanya, film G30S/PKI nanti akan ditayangan mana yang lambang PKI dan mana ajaran yang dilarang itu. Dan ini akan membuat masyarakat paham.

"Kini asal ada gambar palu arit itu sudah PKI. Padahal terkadang masyarakat itu membeli souvenir diluar negeri yang sudah berbeda maknanya," terangnya. Perlu digaskan, kalau yang disebut PKI itu, kata Japto, bukan palu arit. Namun, ada Partai Komunis Indonesianya. Jadi jangan salah paham.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :