Selasa, 19 September 2017 02:56 WIB

Ini Pesan Jokowi Sebelum Menutup FKN Ke XI Di Cirebon

Budaya -
Ini Pesan Jokowi Sebelum Menutup FKN Ke XI Di Cirebon

CIREBON (asatunews) - Sesuai dengan apa yang telah dijadwalkan, Presiden Joko Widodo menutup Festival Keraton Nusantara (FKN) XI yang berlangsung di Goa Sunyaragi, Cirebon, Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut Jokowi mengajak para raja untuk menjaga warisan budaya. Jokowi menjelaskan, negara Indonesia memiliki sejarah peradaban yang besar dan gemilang. Jokowi bercerita ketika dulu para pelaut mengarungi laut dan menjelajahi samudra hingga benua Australia dan Afrika. Sejarah kata Jokowi, telah mencatat kebesaran kerajaan Sriwijaya yang berhasil membangun peradaban dan kekuatan maritimnya sehingga sangat disegani, kebesaran kerajaan Majapahit yang mempersatukan nusantara, Samudra Pasai, Demak, Mataram, Maluku dan lainnya. "Semuanya mewariskan kepada kita bukan hanya nilai adi luhung namun juga mewariskan kekayaan seni budaya, aset, benda pusaka, naskah kuno dan lainnya yang sangat bernilai harganya," tutur Jokowi di hadapan peserta festival keraton nusantara, Senin (18/9/2017). Menurut mantan Walikota Solo itu, keraton merupakan tempat pelestarian budaya yang berperan penting dalam menjaga tradisi, nilai-nilai luhur dalam perjuangan bangsa. Dalam melakukan perannya tersebut keraton dan pemerintah harus bersama-sama menata diri, menyesuaikan perkembangan jaman tetapi tetap memegang nilai tradisi dan budaya. Warisan peradaban nusantara dan kekayaan budaya menjadi bekal untuk maju dan menghadapi persaingan global. "Saya berharap festival keraton nusantara ini bukan semata-mata menyemarakan ajang pariwisata daerah tetapi juga untuk mengukuhkan kontribusi keraton dalam kemajuan bangsa," tuturnya. Selain itu, Jokowi juga berharap para raja dan ratu bisa menjaga persatuan, kerukunan, kebhinekaan dan terlibat dalam membangun karakter bangsa. Jokowi meminta kepada keraton senusantara agar bisa menjaga dengan baik, merawat, melindungi aset-aset keraton, naskah kuno, karya arsitek, karya seni, benda pusaka dan lainnya yang nantinya dikembangkan jangan sampai saat kita ke luar negeri kekayaan tersebut malah ditemui disana. "Saya lihat banyak negara yang sektor pariwisatanya sangat besar, mereka membuat narasi yang cukup menarik entah iru pada narasi istana, benteng istana dan lainnya sehingga banyak wisatawan yang berkunjung kesana. Padahal aset pariwisata kita jauh lebih bagus namun karena kurangnya mengemas narasi sehingga wisatawan kurang tertarik," pungkasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :